Mungkin ada fitur yang tidak berfungsi dalam priview materi ini. Silahkan ikuti kelasnya untuk bisa menggunakan semua fitur
Public speaking adalah kemampuan untuk berbicara di depan umum, public speaking ini didefinisikan sebagai percakapan—presentasi secara oral yang biasanya disampaikan secara formal—dalam kondisi audiensnya dihimpun dalam konteks yang formal untuk mendengarkan atau selama percakapan informal.

Sebelum melakukan kegiatan public speaking ada beberapa elemen yang terdapat di public speaking yaitu :
Speaker : Pembicara atau yang lebih sering disebut dengan speaker merupakan faktor utama di dalam kegiatan public speaking, menjadi pusat transaksi dari pesan yang terjadi. Tidak hanya mampu berbicara, seorang speaker harus memiliki keterampilan untuk berinteraksi dan mengontrol percakapan dengan audiens.
Audience : Faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang speaker, audience dibagi menjadi dua yaitu : audiens langsung, audiens yang pesannya disampaikan oleh public speaker dan yang kedua, remote audience yakni audiens jarak jauh yang tidak terkena dampak langsung oleh pembicara. Semakin besar pengaruh seorang public speaker maka semakin besar audience yang dipengaruhinya.
Message : Pesan yang terdapat di public speaking terbagi dua yakni verbal maupun nonverbal. Di dalam kegiatan public speaking sebuah pesan tidak dapat dilakukan dengan sembarangan harus mempunyai keterampilan agar terlihat menarik. Karena, ini merupakan tujuan seorang speaker, apakah pesan yang disampaikan sampai dengan sesuai harapan kepada audiens.
Noise : Gangguan yang terdapat di kegiatan public speaking bermacam-macam, bisa datang dari speaker ataupun dari audience. Salah satu contoh, Mic speaker yang tidak nyala atau suara gaduh dari beberapa audience yang membuat audience lain merasa terganggu.
Context : konteks fisik, psikososial, temporal dan konteks kultural.
Konteks fisik megacu kepada tempat dan lingkungan yang digunakan sebagai tempat berbicara.
Konteks psikososial merupakan hubungan anatara speaker dengan audiensnya. Merupakan hubungan antara speaker dengan audiensnya.
Konteks temporal meliputi waktu dan jam di mana kegiatan public speaking dilakukan
Konteks cultural mencakup kepercayaan, gaya, nilai-nila bahkan gender dan perilaku dari speaker dan audiens saat presentasi.
Channel : merupakan media komunikasi baik secara visual maupun non visual yang bertujuan untuk menarik perhatian audience seperti slide-slide di computer atau video, gambar dan lainnya.
Ethics : berbicara tentang benar atau salah implikasi moral dari pesan yang disampaikan, seorang speaker sebelum melakukan kegiatan public speaking harus tau hal-hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan ketika menyampaikan suatu pesan.