Mungkin ada fitur yang tidak berfungsi dalam priview materi ini. Silahkan ikuti kelasnya untuk bisa menggunakan semua fitur
Melihat realita mayoritas out put bahasa arab dan baca kitab (qiroatul kutub) di Madrasah Diniyah, Madrasah Formal, Perguruan Tinggi Islam bahkan Pesantren yang kurang dari harapan dari berbagai maharah (keahlian) yang ada di dalamnya. Maka munculah sebuah proyek penelitian dalam bidang tersebut dalam rangka mencapai maharah-maharah dalam bahasa arab yaitu; qiro’ah, pemahaman, tarjamah, insya’, sima'iah i’rob dan imla’ serta tidak meninggalkan muhadatsah, yaitu sebuah bahan ajar bahasa Arab dengan prioritas siswa atau mahasiswa aktif mempraktekan rumusan pola – pola kalimat fushah sehingga tanpa sadar akan terbentuk dzauq arabinya sejalan dengan pembiasaan tersebut. Karena itu, bahan ajar bahasa Arab dengan pendekatan ini penulis sebut dengan “Metode Mustaqilli”.
Dengan metode tersebut melalui kitab العربية لغير العرب dan sumber kaidahnya kitab أوضح المناهج dalam waktu yang relatif singkat (± 300 jam yang dicapai dalam 6 bulan = sistem cepat) insya Allah akan bisa mencapai target akhir bahasa arab jauh lebih baik dari bahan ajar-bahan ajar yang lain. Amin
Metode mustaqilli dengan sumber kaidah kitab أوضح المناهج alhamdulillah telah mendapat apresiasi yang sangat positif dari dunia Islam khususnya dan internasional pada umumnya serta telah mendapat penghargaan dari berbagai pihak baik pribadi, kelembagaan, maupun pemerintah.
Para cendekia muslim dunia telah memberi apresiasi yang sangat positif pada konferensi ICIS yang diadakan di Jakarta pada tahun 2009 yang diikuti 85 negara Islam termasuk di dalamnya “Prof. Dr. Syeikh Wahbah Musthafa al Zuhaily” salah satu ilmuan dan pemikir besar dunia Islam saat ini.
Berangkat dari background realita out put pembelajaran bahasa arab di negara kita dan Asia Tenggara yang secara umum masih belum sesuai dengan target dan harapan maka sangat relevan dan ideal bila metode tersebut diterapkan di madrasah dan lembaga pendidikan islam kita dan di Asia Tenggara pada umumnya dengan harapan yang sangat besar, mudah – mudahan out put bahasa arab dan baca kitab (qiroatul kutub) serta pemahaman Al Qur'an dan Al hadist dengan bahasa aslinya di negara kita dan Asia Tenggara jauh lebih baik dari selama ini. Amin. Apalagi sejalan program pemerintah kita yang secara umum memprioritaskan kualitas sumber daya manusia termasuk didalamnya peningkatan sumber daya manusia (sdm) bahasa arab yang menjadi prioritas madrasah formal, madrasah diniyah, PTAI, dan Pondok Pesantren.