Mungkin ada fitur yang tidak berfungsi dalam priview materi ini. Silahkan ikuti kelasnya untuk bisa menggunakan semua fitur
Sistem operasi Android telah digunakan oleh milyaran manusia di dunia. Sistem operasi yang mulanya dibuat untuk smartphone HP/Tablet ini dikembangkan oleh Google dan banyak perusahaan besar di dunia dengan cara gotong royong atau Open Source. Cara Open Source ini menjadikan Android cepat berkembang, karena kode sumber (source code) tersedia (open) di internet dan dapat dimodifikasi tanpa harus membayar royalti. Siapapun dapat ikut mengembangkan sistem operasi Android.
Android yang Open Source itu menjadikan harga HP/Tablet jauh lebih murah dibandingkan yang lain untuk spesifikasi hardware setara. Samsung, LG, Sony, Lenovo, Motorola, Huawei, Xiaomi, HTC, ASUS hanya beberapa contoh merek terkenal yang telah sukses menjual HP/Tablet Android. Banyak pula pabrik HP/Tablet Indonesia yang memproduksi Android, dari yang berharga ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Pengguna Android juga sangat beragam, dari anak-anak hingga lanjut usia. Institusi perusahaan, pemerintahan, pendidikan, dan perorangan menggunakan HP/Tablet untuk berbagai kebutuhan dalam dunia bisnis, pemerintahan, pendidikan, hiburan, dan lain-lain. Android tidak hanya dipakai untuk HP/Tablet, tapi juga perangkat elektronik lain seperti TV, jam tangan, kaca mata, kulkas, mesin cuci, audio mobil, dan sebagainya.
Peluang mengembangkan aplikasi Android semakin besar seiring dengan membesarnya jumlah pengguna dan jenis peralatan Android. Banyak cara membuat aplikasi Android. Jika dahulu para pemrogram harus menguasai bahasa pemrograman Java untuk bisa membuat aplikasi Android, sekarang tidak lagi sulit karena tersedia program bantu yang mudah dalam membuat aplikasi. Salah satunya App Inventor 2 (AI2), aplikasi web dengan alamat ai2.appinventor.mit.edu untuk membuat aplikasi Android, yang dijadikan sebagai alat bantu pelatihan ini.
Dengan AI2, Anda dapat membuat aplikasi Android tanpa harus lebih dahulu menguasai bahasa pemrograman. Namun jika Anda ingin lebih ahli dalam mengembangkan atau memodifikasi aplikasi Android, Anda sebaiknya mempelajari bahasa pemrograman Java dan tool pemrograman seperti Android Studio dan Eclipse, atau mempelajari pemrograman hybrid (HTML, CSS, JavaScript), dan lain-lain.
App Inventor 2 awalnya dikembangkan oleh Google, yang kemudian diserahkan kepada MIT (Massachusetts Institute of Technology) sehingga nama lengkapnya menjadi MIT App Inventor 2. Pembuatan aplikasi Android dengan AI2 tidak berupa perintah-perintah teks, tapi menata kotak-kotak, sehingga disebut Blocks Programming. AI2 berguna untuk mendesain program, menyimpan kode program plus asset/kelengkapannya, dan mengubah (kompilasi) menjadi aplikasi siap install di Android berekstensi .apk.
Konsep App Inventor 2 adalah membuat aplikasi Android tanpa menuliskan kode program. AI2 termasuk layanan cloud computing jenis PaaS (Platform as a Service), yang tersedia free (gratis) dengan alamat web ai2.appinventor.mit.edu.