KEUANGAN

Tips Atur Keuangan Pribadi di Era New Normal

Lakukan ini untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi kita.

Pandemi COVID-19 ini sedikit banyak mengganggu produktivitas kita beberapa bulan belakangan. Bahkan tidak sedikit juga yang sampai mempengaruhi daya beli serta kondisi keuangan pribadi. Untuk menjaga stabilitas keuangan, kita perlu melakukan penyesuaian anggaran atau pola pengaturan keuangan pribadi.

 

Berikut lima langkah yang perlu kita lakukan untuk mengatur keuangan pribadi dalam menghadapi fase new normal ini.

 

 

1. Review Kondisi Keuangan Pribadi

 

Yang paling pertama, kita harus mencermati dan mengidentifikasi seluruh pemasukan dan pengeluaran kita. Kita bisa coba me-review selama tiga bulan ke belakang. Perhatikan juga pengeluaran tahunan yang akan segera jatuh tempo seperti pajak rumah, pajak kendaraan bermotor, dan lain-lainnya. Dari perbandingan pengeluaran dan pemasukan ini, kita bisa mengetahui apakah kondisi keuangan pribadi kita berisiko atau tidak.

 

 

2. Identifikasi Kebutuhan vs Keinginan

 

Kita seringkali terjebak antara keinginan dan kebutuhan. Untuk saat ini, identifikasi dengan jelas mana hal-hal yang memang kebutuhan dan mana yang berupa keinginan. Prioritaskan kebutuhan, dan tahan hasrat untuk melakukan pengeluaran pada hal-hal yang bersifat keinginan. Kalau masih bingung, kebutuhan adalah sesuatu yang akan memengaruhi kemampuan kita untuk hidup, dan semua yang tidak termasuk dalam kategori tersebut dapat dianggap sebagai keinginan.

 

 

3. Jangan Berutang

 

Saat ini, kita benar-benar perlu beradaptasi lebih tinggi demi menjaga kestabilan keuangan pribadi. Hindari menambah beban keuangan dalam waktu dekat dengan berutang maupun mengambil cicilan terutama untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

 

 

4. Miliki Dana Darurat

 

Penting untuk kita memiliki persediaan dana darurat serta memastikan pengelolaan keuangan berjalan dengan baik. Rekening untuk dana darurat ini sebaiknya dipisah dengan rekening untuk kebutuhan harian. Idealnya, jumlah rekening darurat ini adalah 6 kali dari biaya hidup kita per bulan.

 

 

5. Berinvestasi

 

Jika kebetulan memiliki dana yang mengendap, kita bisa menginvestasikannya pada instrumen yang tergolong mudah dicairkan seperti deposito, emas, reksa dana, dan mata uang asing. Hal ini bisa dijadikan pilihan untuk memaksimalkan pemasukan. Jangan lupa untuk melakukan diversifikasi investasi dan lakukan perencanaan investasi dengan tepat. (Erick)

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

215
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.