FASHION

Pilihan Bahan Kain Batik Berkualitas Yang Biasa Digunakan Untuk Membatik di Indonesia

Batik identik dengan budaya Indonesia dengan motif, warna dan jenis bahan kain yang beragam. Ketahui jenis-jenis bahan kain yang umum digunakan untuk membatik di Indonesia.

Kamu punya batik di rumah? Coba dicek, apa bahan yang dipakai oleh batik yang kamu miliki? Bila kamu beranggapan kalau semua batik berbahan dasar kain mori atau kain katun, jawabannya salah. Banyak kain yang bisa digunakan untuk membatik lho. Supaya tidak salah pilih, yuk simak berbagai pilihan bahan batik berkualitas tinggi yang biasa dipakai di Indonesia!

 

Bahan kain batik berkualitas

Ada berbagai bahan yang bisa digunakan, namun ini beberapa bahan biasa digunakan untuk membuat kain batik, yuk cek di bawah ini!

 

  1. Kain grey

    Bahan kain ini dianggap sebagai bahan yang belum jadi karena tidak mengalami proses pemutihan. Warna alaminya tetap terjaga. Kain grey dibuat dari tenunan banang kapas sehingga sangat cocok digunakan sebagai busana wanita ataupun aksesoris. 

    Kain grey merupakan kain yang memiliki beberapa jenis kain turunan yakni kain blacu, kain tenun yang dibuat oleh alat tenun bukan mesin, dan kain tenun gedog. Kain grey bisa menjadi salah satu pilihan bahan kain batik berkualitas yang bisa kamu pertimbangkan. 

     
  2. Kain Dobby


    Kain tenun yang bisa juga disebut sebagai kain tenun timbul pada dasarnya termasuk dalam jenis kain yang diperoleh dari kombinasi katun dan polyester. Campuran bahan alami dan sintetis ini menghasilkan kain yang memiliki pola yang cukup menarik misalnya motf serat, kotak, garis, dan juga abstrak. Beberapa motif kain dobby yang terkenal adalah motif harringbone, baron, crystal, salur, dan juga motif kotak-kotak. 

    Kain dobby menjadi pilihan bahan kain batik berkualitas karena teksturnya yang cukup halus. Walaupun kualitasnya tidak sebaik sutra, namun ia tergolong kain yang diminati oleh orang-orang kalangan menengah dan atas karena harganya yang cukup mahal. Ada pula kain dobby yang dibuat menggunakan bahan 100% benang katun mesres bakar bulu (katun yang melalui proses bakar bulu) dan dobby yang terbuat dari bahan benang sutra. Tingkat kualitasnya sangat bervariasi mulai dari yang halus hingga yang kasar. 

     
  3. Kain serat nanas

    Bahan ketiga yang termasuk dalah pilihan bahan kain batik dengan kualitas tinggi adalah kain serat nanas. Teksturnya lumayan kasar, mirip dengan kain dobby. Pemanfaatan serat nanas menjadi bahan dasar kaun konon dilakukan sejak lama, bahkan sebelum kapas menjadi bahan baku katun. Kain serat nanas sering digunakan sebagai bahan untuk membatik, lho.

    Kain serat nanas dibuat dengan cara mengolah daun nanas yang tidak memiliki tulang pada daunnya sehingga serat ini akan semakin kuat untuk mempertahankan bentuk daun.

    Ini ciri-ciri kain serat nanas:
    Mengkilap dan memperlihatkan sulur-sulurnya
    Cocok digunakan saat malam hari karena memberikan rasa hangat
    Kain serat nanas memiliki kualitas yang berbeda-beda, ada yang kasar dan juga halus tergantung pada daun yang digunakan
    Dapat terlihat eksklusif dibandingkan kain lainnya

    Pemilihan daun serat nanas tidak bisa sembarangan. Usia terbaik untuk menggunakan serat nanas adalah 1 hingga 1,5 tahun setelah ditanam. BIla kamu menggunakan tanaman nanas yang terlalu muda, serat kain tidak akan kuat, Bila terlalu tua, serat kain akan menjadi kasar.

     
  4. Kain Paris

    Kain ini termasuk kain yang memiliki tekstur yang lembut dan jatuh. Bahannya sepintas tampak tipis, padahal tergolong lumayan bagus bila dibandingkan dengan jenis kain untuk batik yang lainnya.

     
  5. Kain mori

    Kain dengan warna putih polos dan ketebalan, kehalusan, dan kerapatan yang sempurna ini cocok digunakan untuk membatik. Jenis kain yang biasa disebut sebagai cambric ini termasuk pada jenis kain tenun benang kapas yang dibuat dengan teknik anyaman polos dan diputihkan. Sebagai bahan dasar batik, kain mori bisa dibedakan menjadi beberapa tingkatan kualitas, tergantung pada jenis benang tenun yang digunakan dan kerapatan anyaman kain. Jenis kain yang dimaksud yakni kain mori primissima, mori prima, mori biru, mori berkolissima, mori voilissima, dan mori shantung.

    a. Mori Primissima
    Kain mori primissima menjadi pilihan bahan kain batik berkualitas dengan ciri-ciri sebagai berikut:
    - Konstruksi benang Ne50-56 dengan kepadatan lusi antara 105-125 per inch
    - Kerapatan benang pakan antara 100-120 per inch
    - Dapat ditemukan dengan merk dagang Kereta Kencana, Crown, dan Bendera

    b. Mori prima

    Termasuk kain mori dengan kualitas sedang, ciri-cirinya sebagai berikut:
    - Spesifikasi nomor benang kain mori prima lebih kasar dengan ketebalan dinding benang yang rendah
    - Panjang konstruksi benang Ne 36-46 dan kandungan kanji kurang lebih 100%
    - Dimanfaatkan untuk batik cap
    - Ditemui dengan merk dagang Bendera, Gong, Kupu, Ayam, dan Menjangan

    c. Mori biru

    Kain mori ini menjadi salah satu kain mori berkualitas rendah karena:
    - Spesifikasi nomor benang, tebal benang, dan pegangan kain yang jauh lebih kasar
    - Susunan atau konstruksi Ne 28-36 untuk benang lusi dan Ne26-34 untuk benang pakan
    - Biasa dijumpai dengan merk dagang Cendrawasih

    d. Mori Bekolisssima

    Mori berkolissima memiliki ciri-ciri seperti berikut:
    - Kualitas sama seperti Mori Primissima namun lebih tipis
    - Dibuat dari katun combed dengan komposisi CM50 X CM50 dengan konstruksi kain 88x70
    - Dibuat dengan proses finishing Mercerized Sanforized seperti kain berkolissima
    - Dapat digunakan sebagai bahan aksesoris pakaian

    e. Kain mori shantung

    Berikut ini ciri-ciri kain mori shantung:
    - Memiliki karakteristik halus dan dingin
    - Sering digunakan untuk bahan baku batik cap atau batik printing karena dapat menghasilkan warna cerah
    - Memiliki ukuran yang lebar dibandingkan dengan bahan baku lainnya
    - Cocok digunakan untuk dasar busana seperti blouse, gamis, daster, syal, dan mukena

     
  6. Kain rayon

    Kain ini termasuk dalam pilihan bahan kain batik berkualitas karena memiliki daya serat yang tinggi. Sangat nyaman saat digunakan karena sangat halus dan lembut di kulit. Tidak hanya itu, kain rayon mudah untuk diwarnai sehingga kain batik berwarna mencolok terlihat sangat cerah, Kilau alami rayon termasuk tinggi dan tidak mudah kusut. Bahan rayon cenderung licin dan menyerupai sutra. Sayangnya, dalam keadaan basah, kekuatan kain rayon berkurang tidak seperti kapas yang akan semakin bertambah kuat saat basah. Kain rayon juga dikenal mudah terbakar dan cenderung lebih mudah terbakar bila dibandingkan dengan kain dari serat tanaman.

     
  7. Kain kaos katun

    Kain kaos katun termasuk kain katun rajutan yang biasa digunakan sebagai bahan batik yang berbentuk kaos oblong dan tshirt. Bahan ini bisa dibatik dengan teknik batik tulis dan batik cap.

     
  8. Kain sutra

    Kain yang memiliki sifat sangat fleksibel ini memiliki serat yang tidak mudah robek, lembut, dan halus di kulit. Karakteristiknya unik, kain ini cocok digunakan untuk membuat kain batik berkualitas tinggi dan memiliki keistimewaan sendiri. Ini beberapa keistimewaan kain sutra:
  • Tergolong kuat dan bisa disetarakan dengan kawat halus yang terbuat dari baja
  • Memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik sehingga cocok digunakan di udara yang hangat dan tropis
  • Terasa lembut dan nyaman karena mengandung banyak asam amino
  • Terkesan modis dan elegan karena bahannya yang mewah
  • Mampu menyerap kelembaban dan cairan dengan baik sehingga lebih cepat kering ketika basah

 

Itulah pembahasan singkat mengenai pilihan bahan kain batik berkualitas yang biasa digunakan oleh para pengrajin untuk membuat batik di Indonesia. Bahan yang mena yang menjadi incaranmu?

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

1054
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.