LAINNYA

Pentingnya Training dalam Dunia Kerja, Karyawan Baru Wajib Tahu!

Training adalah hal yang menguntungkan dan berguna untuk karyawan baru. Namun apakah kamu tahu pengertian dan tujuan dari training? Mari simak selengkapnya disini.

Saat pertama kali memasuki dunia kerja, terutama bagi para fresh graduate, pasti akan menemukan beberapa culture shock yang berbeda dari apa yang dibayangkannya selama ini. Ternyata, banyak sekali yang dibutuhkan di dunia kerja namun tidak pernah dipelajari dan diperoleh di sekolah formal yang diembannya selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah skill spesifik yang digunakan untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan. 

Source: https://unsplash.com/photos/dGxOgeXAXm8 

 

Maka dari itu, dibutuhkan sebuah training atau pelatihan bagi karyawan yang baru masuk ke sebuah perusahaan. Perbedaan yang dimiliki satu perusahaan dengan perusahaan lain tentu menjadikan training sebagai hal dasar yang wajib diterima oleh semua karyawan baru. 

 

Saat ini perusahaan-perusahaan sudah menerapkan training untuk para karyawannya. Contohnya adalah PT Teknindo Geosistem Unggul yang baru saja membekali karyawannya dengan pelatihan keselamatan kerja. Tak hanya itu, Ganjaran Buruh Berjuang turut menandatangani MoU dengan Serikat Pekerja Nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja.

 

PENGERTIAN TRAINING

Sebelum mulai bergelut dalam suatu bidang pekerjaan di sebuah perusahaan, seorang karyawan baru memang wajib mendapatkan training pekerjaan. Karyawan baru akan dibantu memperoleh efektivitas dalam melakukan pekerjaan yang sekarang atau akan datang. Dalam hal ini, akan dilakukan pengembangan kebiasaan mengenai pengetahuan, tindakan, pikiran, kecakapan, dan juga sikap yang layak di suatu perusahaan.

Dalam melakukan training, karyawan baru juga akan difokuskan untuk mencapai kemampuan baru yang akan digunakannya dalam melakukan pekerjaan. Dengan demikian, karyawan baru akan mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan serta lebih cepat memahami standar yang telah ditetapkan dalam pekerjaan yang akan dilakoninya. 

Source: https://unsplash.com/photos/slWBjTGhREQ

 

Pada umumnya, training akan dilakukan oleh karyawan lain yang sudah senior atau berpengalaman dalam suatu bidang tertentu. Ia bertugas untuk mengajarkan hal yang sifatnya masih dasar melalui berbagai macam instruksi agar karyawan baru bisa segera mencapai level sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan. Training dilakukan secara matang dan memiliki format pelatihan yang sudah terstruktur. 

 

TUJUAN TRAINING

Training dilakukan untuk level pemula agar bisa segera mencapai level profesional dengan segera. Nantinya keahlian dasar yang diajarkan pada karyawan baru akan berguna untuk menjalankan pekerjaan yang dilakukan. Namun, tujuan training tentu bukan hanya itu saja.

Diadakannya training diharapkan agar setiap tim dipastikan memiliki performa kerja yang efektif. Perusahaan tentu ingin yang terbaik, salah satunya adalah timnya memiliki karyawan dengan kinerja sesuai yang dibutuhkan. Ketidaksesuain pasti akan mengganggu jalannya pekerjaan, sehingga training diperlukan untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi. 

Selain itu, training juga digunakan untuk menyesuaikan tim dengan revolusi yang ada mengingat kultur bisnis yang sifatnya sangat dinamis. Segala perubahan
yang terjadi tentu tak bisa dipelajari secara tiba-tiba. Dalam hal ini, training diperlukan agar tim dapat melangkah dengan tepat sesuai dengan perubahan yang sedang terjadi. 

Tak hanya itu, training juga diperlukan untuk meningkatkan performa tim agar levelnya meningkat. Hal ini bertujuan agar target perusahaan bisa tercapai seiring dengan meningkatnya kualitas dan kapasitas tim. 

 

METODE TRAINING

Banyak sekali metode training yang saat ini dilakukan untuk karyawan baru. Tentu saja metode yang dilakukan antar perusahaan akan berbeda. 

Source: https://unsplash.com/photos/zFSo6bnZJTw 

 

  • Metode On The Job Training

    Metode ini adalah metode paling populer yang sering digunakan perusahaan. Dalam metode on the job training, karyawan baru akan langsung ditempatkan pada situasi pekerjaan sebenarnya. Tentu saja, ia akan berada di bawah pengawasan dan bimbingan langsung dari supervisor atau karyawan senior yang sudah berpengalaman di bidangnya. Tak hanya itu, karyawan baru juga akan diberi kesempatan untuk mengamati pekerjaan karyawan lain yang dilanjutkan dengan tahap observasi perilaku.

    Metode ini banyak dilakukan karena efektif diterapkan dalam beberapa hari atau beberapa minggu saja. Karyawan baru akan lebih mudah memahami lingkungan kerjanya sehingga lebih cepat siap untuk memulai pekerjaan yang sebenarnya.

     
  • Metode Off The Job Training

    Berbeda dengan metode on the job training, metode off the job training justru akan dilakukan di luar lokasi kantor dalam waktu tertentu. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang kondusif saat melatih diri dan mempelajari hal baru. Karyawan baru akan tetap mendapatkan gambaran tentang proses melakukan pekerjaan serta tugas yang harus dilakukan. Namun, tentu saja kondisi tempat bekerja dan kondisi lapangan akan sangat berbeda.

     
  • Metode Vestibule

    Banyak perusahaan yang juga menggunakan metode ini untuk melakukan training kepada para karyawan barunya. Dalam metode ini, para karyawan baru akan dikumpulkan dalam satu tempat terpisah atau ruangan isolasi. Mereka kemudian akan dilatih dengan jenis pekerjaan yang sama dalam waktu yang sama. Metode vestibule tentunya sangat cocok diterapkan untuk perusahaan yang memiliki karyawan baru dengan jumlah banyak dalam waktu yang sama.

     
  • Metode Demonstrasi

    Karyawan baru yang dilatih menggunakan metode ini akan diminta untuk melakukan penguraian dan memperagakan sesuatu melalui berbagai contoh nyata dari pekerjaan yang akan dilakukan. Biasanya para pelatih akan memberikan arahan berdasarkan tahap pekerjaan, dimulai dari perencanaan hingga hasil akhir dari perencanaan tersebut. Pelatih juga akan memberi tahu cara melakukan pekerjaan atau menggunakan alat yang digunakan untuk bekerja. Karyawan baru pun akan lebih mudah memahami karena mereka mendapatkan teori dan praktek secara bersamaan sehingga materi yang diberikan akan lebih mudah dipahami.

     
  • Metode Simulasi

    Melalui metode simulasi, karyawan baru akan diminta untuk menghadapi suatu peristiwa atau situasi yang sangat menyerupai keadaan yang sebenarnya. Mereka akan diajak untuk merasakan bagaimana situasi nyata dalam melakukan sebuah pekerjaan, sehingga ketika dihadapkan dengan pekerjaan yang sebenarnya mereka akan lebih siap. Bisa dibilang, metode ini sangat mahal untuk dilakukan. Namun jangan salah, metode ini justru sangat bermanfaat dan diperlukan dalam melakukan training. Contoh metode simulasi yang sering dilakukan adalah business management game, permainan rotasi jabatan, latihan laboratorium, studi kasus, dan juga program pengembangan eksekutif.

     
  • Metode Apprenticeship

    Metode ini cocok diterapkan untuk karyawan baru yang ingin mengembangkan keahliannya dalam bidang pertukangan atau pengrajin. Mereka akan mendapatkan bimbingan langsung dalam mengerjakan pekerjaannya melalui bimbingan praktisi yang ahli dalam kurun waktu tertentu.

     
  • Metode Ruang Kelas

    Banyak yang bilang jika metode ini lebih mudah dipelajari jika dibandingkan dengan metode on the job. Dalam metode ini, karyawan baru akan mendapatkan pelatihan di dalam kelas dan area pekerjaan. Contohnya adalah programmed instruction, metode kuliah, metode studi kasus, dan juga metode konferensi.
     

Adanya training bukan hanya menguntungkan dan berguna bagi karyawan baru. Dari segi perusahaan, mereka akan mendapatkan karyawan yang terampil dan ahli di bidangnya sesuai dengan kriteria perusahaan. Sedangkan dari sisi atasan, baik manajer maupun supervisor, training dapat membuat pekerjaan lebih lancar sehingga lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaan. 

Untuk kamu yang baru saja mendapatkan pekerjaan baru, sudah siapkah mengikuti training kerja?

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

1038
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.