TANAMAN

Penjelasan Lengkap Cara Membuat Media Tanam yang Subur

Media tanam merupakan salah satu faktor penentu kesuburan tanaman, dengan media tanam yang baik tentunya tanaman anda akan tumbuh dengan baik. Yuk simak media tanam yang mungkin cocok dengan tanaman kamu.

Media tanam adalah salah satu faktor terpenting penentu kualitas dari sebuah tanaman. Dengan media tanam yang subur, tanaman tentunya dapat tumbuh dengan maksimal yang pada akhirnya berpengaruh pada hasil produksi.

Mengutip situs Cybex.pertanian.go.id, media tanam umumnya mengandung berbagai nutrisi, mineral, air, vitamin, serta kandungan lain yang tentunya dibutuhkan oleh tanaman. Fungsi media taman adalah menyuplai air dan nutrisi atau unsur hara agar diserap oleh akar tanaman, serta agar tanaman dapat tumbuh tegak dan kuat.

Secara garis besar, media tanam dibedakan menjadi dua jenis, yakni organik dan anorganik. Sesuai namanya, media tanam organik terbuat dari bahan organik yang terdiri atas organisme hidup. Contohnya adalah tanah, arang, kompos, sekam, cacahan pakis, sabut kelapa, moss, humus, dan pupuk kandang. 

Sedangkan yang anorganik terbuat dari bahan yang mengandung unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan buatan baik secara mekanik maupun kimiawi. Karena terbuat dari bahan sintesis atau kimia, media tanam anorganik ini cenderung lebih tahan lama dibanding organik. Adapun contoh media tanam anorganik diantaranya hidrogel, kerikil, pasir, gabus, tanah liat, dll. 

Jenis-jenis media tanam organik & anorganik

Sebelum membuat media tanam, hal yang harus diperhatikan adalah menyesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Berikut cara membuat media tanam dan penjelasannya.

Media tanam organik

  • Tanah
    Media tanah merupakan media tanam yang paling ideal karena mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Cara membuatnya pertama, pilihlah lapisan bagian atau top soil karena memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Siram tanah terlebih dahulu sampai basah, baru ditanami. Jangan lupa juga diberi pupuk dan pemeliharaan yang tepat agar tanaman Anda tumbuh subur.
     
  • Arang
    Salah satu jenis tanaman yang cocok dengan media tanam arang adalah anggrek. Media tanam arang  berasal dari kayu atau pembakaran batok kelapa. Keunggulan dari media tanam jenis ini adalah bahannya yang tidak mudah lapuk sehingga tidak mudah ditumbuhi oleh jamur.

    Penggunaan arang untuk tanaman ada 2 cara, digunakan secara utuh pada lubang tanam atau dibuat bubuk seperti tepung untuk melapisi pupuk. Caranya, bakar tempurung atau batok kelapa di tanah atau dalam drum. Sebelum digunakan sebagai pupuk organik, arang batok tersebut harus melewati proses pengomposan yang bertujuan mempermudah terurainya unsur hara.
     
  • Pupuk kandang
    Ciri pupuk kandang yang siap digunakan sebagai media tanam adalah yang tidak terlalu bau, wujud asli tidak tampak, bersuhu dingan dan berbentuk remahan. Jangan sekali-sekali menggunakan pupuk kandang yang belum matang, karena justru berdampak buruk bagi tanaman.

    Cara membuat media tanam pupuk kandang adalah tempatkan kotoran hewan di tempat yang teduh untuk proses pengeringan. Beri abu gosok untuk mempercepat pembusukan kotoran hewan. Kemudian, tutup kotoran hewan dengan plastik dan letakkan kayu di atas plastik agar tidak terbuka. Terakhir, aplikasikan ke tanaman yang akan di tanam.
     
  • Sekam
    Cara membuat media tanam sekam padi adalah siapkan alat pembakaran seperti kaleng biskuit atau drum tahan api berukuran 20 liter. Buat lubang di tengah-tengah lingkaran yang berguna untuk membuang panas dari bahan bakar ke tumpukan sekam. Buat pipa panjang dengan ukuran 10 cm, dan satukan pipa dengan kaleng bekas tadi. Selanjutnya, letakkan kaleng tersebut dalam lingkarang yang sisi-sisinya sudah ditempatkan batu batako.

    Proses pembakarannya menggunakan bahan bakar batok atau sabut kelapa. Letakkan sekam di sekitar kompor, dan nyalakan api dalam kaleng tersebut. Diamkan hingga sekam berwarna hitam. Agar sekam tidak menjadi abu, siram dengan air. Biarkan suhu sekam dingin dan sekam dapat digunakan sebagai media tanam.

    Media tanam sekam memiliki beberapa kelebihan, diantaranya tidak mengandung garam, kaya akan karbon, dapat memperbaiki struktur tanah dan dapat meningkatkan unsur hara.
     
  • Moss
    Media tanam moss berasal dari akar paku-pakuan yang sering dijumpai di hutan. Moss biasanya digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian hingga pembungaan. Moss memiliki kelebihan memiliki sistem drainase dan aerasi yang lancar dan mampu mengikat air dengan baik.

    Untuk menjadikan moss sebagai media tanam, ambil tanah gambut atau tanah lempung terlebih dahulu. Letakkan moss di wadah kemudian jemur beberapa minggu. Campurkan dengan tanah dan perlit yang ada di dalam wadah dengan takaran yang masing-masing sama dan diaduk. Tambahkan pupuk ke dalam campuran tanah. Setelah semua tercampur, media tanam siap digunakan. Untuk hasil terbaik, kombinasikan moss dengan media tanam organik lainnya seperti daun kering, tanah gambut atau kulit kayu.
     

Media tanam anorganik

  • Hidrogel
    Media tanam hidrogel terbuat dari kristal polimer. Media ini berfungsi menyerap air dan nutrisi tanaman lalu melepaskan secara perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Media tanam ini memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya sangat praktis, karena dapat mengurangi intensitas penyiraman, tidak perlu repot mengganti baru bahkan memberi pupuk. Selain itu, hidrogel memiliki kemampuan absorpsi beberapa kali lipat dibanding beratnya, mudah terurai sehingga ramah lingkungan dan tahan terhadap tekanan.

    Adapun cara membuat media tanam hidrogel sangatlah mudah. Cukup dengan merendam gel kering dalam wadah yang diisi larutan air dan pupuk. Tutup wadah agar terhindar dari kontaminas, dan diamkan beberapa jam agar hidrogel menyerap larutan tersebut membentuk bola-bola kecil. Tiriskan hidrogel dan masukkan ke dalam vas atau pot bunga. Media tanam jenis ini sangat cocok digunakan pada tanaman indoor dan berakar lunak.
     
  • Kerikil
    Media tanam ini cukup digemari karena memiliki harganya yang affordable. Selain itu, kerikil juga merupakan media tanam yang baik untuk membantu peredaran unsur hara. Kerikil juga memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menyerap air, mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara, sehingga tidak menekan pertumbuhan akar.

    Media tanam kerikil harus rajin disiram dalam jangka waktu tertentu agar tumbuh subur.
     
  • Pasir
    Sama halnya dengan kerikil, pasir merupakan jenis media tanam yang cukup sering digunakan. Biasanya pasir digunakan saat penyemaian benih, penumbuhan bibit tanaman, serta dalam teknik stek dalam penumbuhan tanaman.

    Adapun cara pembuatan media tanam pasir harus dikombinasikan dengan bahan anorganik lainnya. Seperti batu-batuan dan kerikil.

    Kelebihan media tanam pasir dibanding yang lainnya adalah pasir dapat meningkatkan aerasi dan sistem drainase pada tanaman. Bobotnya yang cukup berat juga mampu menopang tanaman dengan baik. Selain itu, pasir juga memiliki pori pori cukup banyak sehingga lebih cepat basah atau kering.
     
  • Gabus
    Awalnya, gabus atau styrofoam digunakan untuk media aklimatisasi bagi tanaman sebelum dipindahkan ke lahan. Kini, dapat dijadikan sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air.

    Cara pembuatan gabus sebagai media tanam  campuran adalah dengan menghancurkannya terlebih dahulu menjadi bola-bola kecil agar media tanam menjadi ringan. Sementara jika digunakan sebagai media tanam biasa, Anda bisa menggunakan styrofoam ukurang 1x1x1 cm.

    Gabus terbuat dari bahan anorganik yang merupakan campuran antara kopolimer styren. Kelebihan dari gabus sebagai media tanam adalah bahannya mudah didapat, harga lebih murah, bahan styrofoam bagus digunakan sebagai tandon nutrisi, dan dapat menampung tanaman lebih banyak.

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

5354
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.