LAINNYA

Jangan Salah Langkah! 3 Tips Ampuh Agar Segera Diterima Kerja

Sering kali kita merasa sudah melakukan yang terbaik namun tak kunjung diterima kerja. Apalagi jika menunggu kabar yang tidak kunjung datang dari perusahaan. Simak 3 tips ampuh biar segera diterima bekerja ya.

Sering kali kita merasa sudah melakukan yang terbaik namun tak kunjung diterima kerja. Apalagi jika sudah lama menganggur, hati rasanya pasti tak tenang dan hanya ingin menyalahkan diri sendiri. 

Sayangnya, terkadang kita tak menyadari ada beberapa kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan saat mencari pekerjaan baru. Akibatnya, tak ada satupun panggilan pekerjaan yang masuk meskipun sudah menyebar CV ke ribuan perusahaan. Bisa juga sudah melewati tahap wawancara namun berujung dighosting oleh HRD. 

Agar tak lagi salah langkah, yuk simak beberapa tips yang bisa kamu praktikan jika ingin segera mendapatkan pekerjaan baru!

 

  1. Membuat Ekspektasi yang Realistis

    Berdasarkan data yang dirilis BPS, jumlah pengangguran di Indonesia pada tahun 2022 lalu adalah sebesar 5,86% atau setara dengan 8,42 juta orang. Jumlah ini didominasi oleh mereka yang berusia 20-24 tahun, yaitu 2,54 juta orang.

    Jumlah yang cukup fantastis, mengingat usia tersebut adalah usia di mana para pencari kerja baru saja menyelesaikan masa studinya. Mereka yang seharusnya siap terjun ke dunia kerja, justru terkendala oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah ekspektasi yang terlalu tinggi.

    Wajar saja, para fresh graduate pasti ingin mendapatkan pekerjaan terbaiknya. Namun yang terjadi, mereka sering tak sadar menaruh ekspektasi yang tidak realistis. Padahal saat akan melamar pekerjaan, ada baiknya kita mengatur ekspektasi serealistis mungkin. Bukan tanpa alasan, mengingat ekspektasi yang terlalu tinggi justru akan merugikan diri sendiri.

    Memiliki motivasi dan keinginan yang tinggi memang lah bagus. Namun ada baiknya juga memiliki kesadaran diri mengenai pekerjaan yang akan dilamar. 

    Sebagai contoh, seseorang yang baru saja lulus langsung mengincar posisi manager hanya karena memiliki pengalaman magang di bidang yang sama. HRD yang melihatnya tentu akan langsung menolak, mengingat di luar sana masih banyak pekerja lain yang sudah berpengalaman dan lebih cocok untuk menempati posisi tersebut.

    Hal ini juga berlaku saat menentukan gaji. Hanya karena lulusan dari universitas ternama, bukan berarti kita langsung bisa meminta gaji 2 digit atau lebih. Tentu banyak proses yang harus dilalui untuk kemudian layak mendapatkan gaji dengan nominal tersebut.

    Dengan demikian, tak sepantasnya kita terus-menerus menunggu pekerjaan yang mampu menggaji dengan nominal tinggi yang diharapkan. Jika benar masih minim pengalaman, ada baiknya untuk menerima pekerjaan yang ditawarkan dengan syarat gajinya masih wajar. Anggap saja sedang menambah pengalaman baru, yang nanti berguna untuk karir selanjutnya.

     
  2. Mengasah Skill dan Memperbaharui Portofolio & CV

    Saat merekrut pegawai baru, perusahaan tentu saja ingin mendapatkan kandidat terbaik. Perusahaan tak akan membayar mahal mereka yang masih ingin berlatih dan coba-coba. Sebaliknya, perusahaan ingin pekerja yang langsung bisa mengerjakan banyak hal yang diminta.

    Itulah mengapa dalam pekerjaan profesional, kemampuan akademis yang baik tak selalu menjadi bahan pertimbangan. Adanya skill tambahan menjadi satu pertimbangan penting para HRD untuk melanjutkan tahap seleksi berikutnya. Baik soft skill maupun hard skill, keduanya sama pentingnya.

    Dengan adanya soft skill, kita bisa menunjukkan bagaimana cara bersosialisasi dalam dunia kerja. Soft skill juga membuat pekerja terdorong untuk menyelesaikan pekerjaan secara profesional. Misalnya bagaimana cara memecahkan masalah, cara berkomunikasi dengan rekan lain, cara mengatur waktu, maupun cara berpikir kritis dalam tim.

    Tenang saja jika kamu saat ini masih merasa belum menguasai soft skill. Pada dasarnya, soft skill bisa dipelajari langsung lewat berbagai pengalaman yang dilakukan. Cara beradaptasi dengan lingkungan sekitar, serta cara komunikasi dengan orang lain, juga bisa mempengaruhi soft skill kita.

    Lain halnya dengan hard skill. Adanya hard skill digunakan untuk mendukung individu menyelesaikan serangkaian pekerjaannya. Contohnya adalah melakukan analisis data, mendesain, menulis, kemampuan bahasa asing, SEO, dan masih banyak lagi. 

    Hard skill bisa dipelajari melalui pendidikan formal seperti sekolah maupun kuliah. Tak hanya itu, pendidikan non-formal seperti pelatihan, bimbingan maupun kursus juga bisa digunakan untuk mempelajari dan mempertajam hard skill.

    Jika merasa sudah berhasil mendapatkan skill yang mumpuni, kamu bisa langsung menuangkannya ke dalam CV dan portofolio. Hal ini penting untuk menunjukkan kualitas diri di hadapan HRD. CV dan portofolio juga digunakan untuk menunjukkan seberapa pantasnya kita memperoleh pekerjaan tersebut. 

    Pengalaman kerja sebelumnya juga wajib dicantumkan sebagai penunjang CV. Jika belum memiliki pengalaman, kamu bisa mencantumkan berbagai proyek atau kegiatan dan pengalaman yang masih berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar.

    Susun portofolio tersebut secara rapi sehingga mudah menarik hati HRD. Dengan demikian, peluang untuk segera diterima kerja akan semakin besar. Itulah mengapa CV dan portofolio harus dipersiapkan sebaik mungkin.

     
  3. Mempersiapkan Wawancara dengan Matang

    Jika berhasil melalui tahap seleksi administrasi, kita akan dipanggil ke dalam sesi wawancara. Proses ini seringkali terlihat menakutkan, terutama bagi mereka yang kurang fasih berbicara. Meski demikian, proses wawancara tetap harus dilewati jika ingin segera mendapatkan pekerjaan baru.

    Jika merasa kurang fasih berbicara, kamu bisa mempelajarinya sebelum sesi wawancara berlangsung. Bisa dimulai dari melakukan riset mandiri terkait pekerjaan dan perusahaan yang dilamar. Tak hanya itu, kamu juga harus mencari daftar pertanyaan yang kemungkinan besar akan ditanyakan. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan jawaban terbaik ya!

    Meski demikian, kamu juga harus ingat bahwa segala macam pertanyaan tersebut harus dijawab dengan jujur. Hanya karena ingin terlihat menarik di depan HRD, bukan berarti kamu harus menunjukkan kebohongan-kebohongan yang nantinya akan merugikan diri sendiri. Mengapa?

    Anggap saja kamu berhasil lolos wawancara sebagai desain grafis. Sayangnya, saat wawancara kamu berbohong dengan mengatakan bisa mengoperasikan semua software editing. Saat pada akhirnya diterima, kamu tentu akan dituntut untuk melakukan pekerjaan dengan semua software editing yang sebelumnya sudah disebutkan. Jika fakta di lapangan kamu tak bisa menggunakannya, bukankah itu akan merugikan diri sendiri? Tak heran namamu akan jelek sehingga bisa saja atasan maupun HRD tak meloloskanmu dalam tahap probation. Tentu kamu tak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

    Oh iya, kesan pertama pencari kerja di mata HRD itu sangatlah penting. Saat diundang ke sesi wawancara, usahakan selalu datang tepat waktu. Akan lebih baik jika kamu bisa datang 15-30 menit sebelum sesi wawancara dimulai. Selain terlihat baik di mata HRD, datang lebih awal juga membuatmu bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.

    Jangan lupa untuk selalu menggunakan pakaian terbaikmu. Tak harus formal menggunakan pakaian hitam putih, jika memang tak ada persyaratan khusus dari HRD. Kamu bisa mix and match pakaian yang akan digunakan, asalkan jangan overdress dan terlalu mencolok. Yang penting tetap sopan, rapi dan enak dipandang mata.

    Sikap-sikap disiplin seperti ini harus selalu diterapkan di semua sesi wawancara yang kamu ikuti. Tampil disiplin tentu akan mendapatkan nilai plus yang bisa memperbesar peluang diterima kerja.
     

Selain tips-tips di atas, perlu diingat bahwa sabar dan pantang menyerah adalah kunci utamanya. Percuma juga jika sudah menerapkan tips-tips tersebut, tapi kamu langsung menyerah saat ditolak satu perusahaan. Larut dalam kesedihan yang berujung stress tentu tak baik untuk kesehatan mental. 

Tetaplah konsisten melamar berbagai pekerjaan yang kamu impikan. Coba untuk mengenali diri sendiri lebih jauh agar lebih bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang dilamar. Semangat! 

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

274
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.