BISNIS

Ini Deretan UMKM Lokal Terkenal Yang Mendunia dan Jadi Meroket

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa dibilang berkembang dengan sangat pesat. Berbagai UMKM terkenal di Indonesia mampu bertahan dan menembus pasar internasional. Simak beberapa UMKM tersebut.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa dibilang berkembang dengan sangat pesat. Pandemi masih menghantui negeri ini, namun berbagai UMKM terkenal di Indonesia mampu bertahan dan menembus pasar internasional.

UMKM lokal terkenal yang mendunia

Hingga saat ini, sudah banyak produk Indonesia yang berhasil diekspor ke luar negeri. Mulai dari makanan, furtnitur, pakaian, hingga produk-produk perikanan. Ini beberapa UMKM yang berhasil mendunia, dilansir dari berbagai sumber. 

 

  1. PT Ika Indo Industri Karbonik

    Perusahaan yang berasal dari Medan, Sumatera Utara ini membuat ekspor karbon aktif yang banyak digunakan di pasar Amerika dan Eropa. Bahan bakar ini terbuat dari batok kelapa. Pada awalnya, perusahaan ini hanyalah sebuah UKM yang didirikan sejak tahun 1988 dan berhasil berkembang pesat baik dari sisi inovasi dan juga teknologinya.

     
  2. Schmiley Mo

    Nama Schmiley Mo sudah tidak awam lagi bagi masyarakat London, Inggris. Ternyata, produk fashion satu ini merupakan produk lokal. UMKM terkenal yang didirikan oleh Diana Rikasari dan dipamerkan di Pure London, Olympia ini berhasil mencuri mata banyak orang. Pameran di London yang dihadiri oleh Schmiley Mo bertujuan untuk mempertemukan para pebisnis di bidang fashion, mulai dari pakaian, celana, tas, dan aksesoris lainnya.

    Diana awalnya merupakan seorang blogger di bidang fashion yang aktif menulis sejak 2007. Berbekal kecintaannya di bidang fashion, Diana mencoba peruntungan dengan mulai berbisnis melalui e-commerce. Saat itu, Diana berjualan sepatu wanita dengan brand bernama Up. Banyak sekali kendala yang harus dihadapi oleh Diana saat membangun Up, salah satunya karena banyak karya replika yang banyak beredar di luar sana.

    Pada tahun 2014, Diana membuat merk baru PopFlats yang dikenal dengan desainnya yang segar dan playful. Di tahun 2016, Diana memutuskan untuk membuat clothing line dengan nama Schmiley Mo.

    Schmiley Mo tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dikenal oleh pelanggannya. Pola dan patches yang ada di pakaian dengan brand ini sangatlah unik. Pola yang sering digunakan antara lain emoticon, buah-buahan, junk food, gadget, dan berbagai hal unik lainnya. Warna tropical dan sunrise menjadi pilihan tone yang digunakan pada Schmiley Mo, menunjukkan kesan fun, nyentik, cerah, dan muda. Schmiley Mo berhasil diekspor ke berbagai negara seperti Uni Emirat Arah. Selain itu, Schmilet Mo juga pernah dipamerkan di Torino Fashion Week, Italia.

     
  3. PT Bambu Media Cipta Persada

    PT Bambu Media Cipta Persada merupakan perusahaan yang bergerak di dunia pembuatan strategi program yang unik supaya bisa mengekspor komoditi di Indonesia. Perusahaan ini mampu menjaga kearifan lokal Indonesia dengan tujuan ekspor ke Eropa. Program-program ini diekspor ke Eropa, Amerika Selatan, dan Korea.

     
  4. Bandar Mina

    Pernah mendengar ikan kerapu macan? Komiditi ini menjadi salah satu bahan makanan yang diekspor ke luar negeri. Bandar Mina, UMKM terkenal dari Bali Utara ini mengekspor bebek dan ikan kerapu macan ke berbagai negara seoerti Hongkong, Cina, Jepang, Thailand, Singapura, dan Amerika Serikat.

    Ikan ini dikemas sedemikian rupa untuk menjaga kesegaran hingga sampai ke tangan konsumen. UKM ini dinilai berhasil memberdayakan para nelayan dan penduduk Bali untuk memperoleh bibit ikan kerapu yang unggul.

     
  5. PT Mubarokfood Cipta Delicia Jenang

    Jenang 33 Kudus yang diproduksi oleh PT Mubarokfood Cipta Delicia dilirik oleh pelanggan mancanegara. Walaupun banyak yang melihat UMKM ini dengan sebelah mata, Jenang 33 Kudus memiliki pasar yang loyal di China, Taiwan, dan Amerika Serikat.

     
  6. Gendhis Bag

    Didirikan di Jogja pada tahun 2002 oleh Ferry Yuliana, awalnya ia hanya mencoba-coba. Profesinya saat itu sebagai dokter gigi sudah sangat menguras waktu. Bahan-bahan yang digunakan oleh Gendhis Bag adalah bahan yang alami seperti agel, rotan, rumput laut, mending, dan juga bambu.

    Gendhis Bag mendayagunakan ibu-ibu PKK dan lembaga permasyarakatan. Banyak pria yang turut membantu proses menjahit dan memotong bahan. Sebelum pembuatan tas model baru, Ferry biasanya meminta mendapat orang-orang terdekatnya sebelum memutuskan untuk benar-benar memproduksinya.

    Dalam satu bulan, Gendhis Bag bisa memproduksi antara 300 hingga 500 tas. Yang menarik, Gendhis Bag hanya memproduksi 25 tas untuk satu model. Ada pula tas yang diproduksi dengan edisi terbatas, dengan jumlah satu tas saja per model. Edisi terbatas memiliki harga yang fantastis, sekitar Rp2,5 juta. Rata-rata, Gendhis Bag dibanderol dengan harga Rp300 ribu untuk tas yang non edisi terbatas. 

    Ferry juga membuat tas berdasarkan pesanan, misalnya pesanan untuk tamu kedutaan. Tas produksi Gendhis Bag sudah sering dipesan oleh orang-orang penting seperti Ani Yudhoyono dan Iriana Widodo. Saat ini, Gendhis Bag sudah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Venezuela, Malaysia, dan Spanyol.

     
  7. Kejaya Handicraft

    Berpusat di Banyuwangi, Jawa Timur, Kejaya Handicraft didirikan oleh Khotobin sekitar tahun 1998. Kejaya memproduksi berbagai barang deari bahan-bahan limbah mebel, pelepah pisang, bambu, dan bahan-bahan alam yang ditemukan di Desa Tambong, Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

    Sudah lebih dari 100 jenis aneka kerajinan tangan yang dibuat, mulai dari asbak kayu, tas dari pelepah pisang, sabuk dari tempurung kelapa, dan kap lampu dari bambu.

    Produk dipasarkan dengan cara dititipkan di beberapa toko sovenir yang ada di Bali. Hal ini tidak berjalan mulus karena Kejaya sempat memiliki utang yang menumpuk. Namun, hal ini tidak membuat Khotibin putus asa. Tidak lama, Khotibin mendapatkan tawaran kerjasama sbeagai pemasok bahan baku lidi dan tapas kelapa dari salah satu perusahaan. Aneka kerajinan tangan juga terus diproduksi oleh Khotibin dengan memberdayakan ratusan warga desa.

    Saat ini, produk yang dihasilkan oleh Kejaya Handicraft semakin bervariasi. Salah satunya adalah produk parfum mobil yang dikombinasikan dengan kerajinan yang terbuat dari karung goni. Produk Kejaya Handricraft sudah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Taiwan, dan Italia.

 

Itulah 7 UMKM terkenal yang sudah mendunia dan memiliki banyak pelanggan. Jadi terinspirasi, kan?

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

87
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.