TRAVELING

Daftar Museum di Jakarta, Wisata Sejarah Hingga Kontemporer

Setidaknya ada 75 museum di Jakarta yang bisa dikunjungi lho. Museum bukan hanya sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda peninggalan yang bernilai, tetapi juga bisa dijadikan tujuan wisata. Mulai dari wisata sejarah, hingga seni kontemporer.

Apa itu museum

Sebagai Ibukota Negara, Provinsi DKI Jakarta memiliki banyak tempat bersejarah yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah museum. Wikipedia menyebutkan ada sekitar 75 museum yang tersebar di 6 wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan juga Jakarta Utara. 

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan museum sebagai gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, karya seni, dan ilmu. Museum berfungsi sebagai institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan.

Daftar museum di Jakarta

Museum di Kepulauan Seribu

Museum Pulau Onrust adalah museum yang merepresentasikan wisata sejarah di Pulau Onrust. Museum ini dahulunya adalah sebuah rumah sakit, bekas bangunan barak karantina haji, sumur tempat penampungan air bersih, bekas penjara, makam belanda, makam pribumi dan juga makam keramat.
 

Museum di Jakarta Pusat

Ada 25 museum yang masuk ke dalam daftar museum di Jakarta Pusat. Mari kita mulai dengan Graha Bhakti Antara, Museum Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Museum Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution, Museum Joang 45, Museum Katedral, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Mohammad Hoesni Thamrin, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Sejarah Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Taman Prasasti, Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani, Museum Dharma Bhakti Kostrad,  dan Museum Santa Maria Juanda.

10 museum selanjutnya adalah Art: 1 New Museum, Galeri Foto Jurnalistik Antara, Museum Alkitab, Museum Korps Marinir Jakarta, Museum DPR RI, Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo, Sophilia Fine Art Center, dan 2 museum yang terkenal adalah Museum Nasional dan Galeri Nasional Indonesia. 

 

  • Museum Nasional

Museum Nasional Republik Indonesia atau yang akrab dikenal sebagai Museum Gajah ini berada di pusat kota dan berhadapan langsung dengan kawasan Tugu Monas. Didapuk sebagai museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Kembali ke sekitar tahun 1900an, museum ini dulunya bernama Museum Royal Batavian Society of Arts and Sciences Batavia. 


Museum di Jakarta Utara

Di wilayah Jakarta Barat terdapat 4 museum yaitu; Museum Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Museum Benda-Benda Alkitab Yerushalayim, Museum Maritim Indonesia dan yang paling dikenal adalah Museum Bahari.

 

  • Museum Bahari

Museum yang berada persis di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa ini menyimpan koleksi kebaharian dan kenelayanan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Di dalamnya terdapat koleksi berbagai jenis perahu tradisional dalam aneka bentuk, ada juga kapal zaman VOC dan aneka model dan miniatur kapal modern, serta alat-alat penunjang pelayaran.
 



 

Museum di Jakarta Barat

Jakarta Barat memiliki 10 museum yang bisa dikunjungi yaitu, Museum Lukisan Universitas Pelita Harapan, Museum Tekstil, Museum Tragedi 12 Mei, Museum MACAN (Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara), Museum Mandiri, Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Magic Art 3D Museum Jakarta dan selanjutnya adalah Museum Bank Indonesia.

 

  • Museum Bank Indonesia 

Museum ini berlokasi di depan stasiun Beos Kota, menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang saat ini menjadi cagar budaya peninggalan De Javasche Bank. Berbagai informasi mengenai sejarah perjuangan dan peran Bank Indonesia sejak zaman Belanda tersimpan rapi di sini. Informasi tersebut disajikan dalam kemasan teknologi multi media modern melalui display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama, agar pengalaman berkunjung ke museum lebih menyenangkan.

 

Museum di Jakarta Selatan

Wilayah Jakarta Selatan menyimpan cerita sejarahnya lewat sederet museum berikut yaitu Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa, Museum Al-Qur'an PTIQ, Museum Basoeki Abdullah, Museum Harry Darsono, Museum Kehutanan Manggala Wanabakti dan Museum Rimbawan Pejuang, Museum Korps Marinir, Museum Layang-Layang, Museum Reksa Artha, Museum Satria Mandala dan Museum Waspada Purbawisesa, Yuz Museum, Museum di Tengah Kebun, Museum Anatomi Universitas Katolik (Unika) Atmajaya, Museum Ciputra Artpreneur dan juga Museum Polri.

 

  • Museum Polri 

Museum ini menampilkan sejarah panjang Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam tugasnya melindungi dan menjaga ketertiban masyarakat, yang diresmikan pada tahun 2009, atas prakarsa Jenderal Polisi Bambang Hendraso. Dalam museum tiga lantai ini, terdapat ruangan bertajuk Hall of Fame yang memamerkan beragam informasi mengenai para petinggi kepolisian dari masa ke masa. Ada juga ruangan yang menampilkan informasi satuan khusus densus 88 AT untuk penanganan kasus terorisme.
 

Museum di Jakarta Timur

Museum Loka Jala Srana, Museum Pencak Silat, Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) dan Museum Paseban, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum Asmat adalah daftar museum yang berlokasi di wilayah Jakarta Timur. 

Selain itu ada juga Museum Fauna Indonesia Komodo, Museum Indonesia, Museum Istiqlal, Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra, Museum Olahraga Nasional, Museum Penerangan, Museum Prangko Indonesia, Museum Pusaka, Museum Serangga, Museum Timor Timur, Museum Transportasi, Museum Hakka Indonesia, Museum Pancasila Sakti, Museum Pemadam Kebakaran, Pusat Peragaan IPTEK, di mana sebagian besar museum-museum tersebut berada di wilayah kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

 

  • Museum Telekomunikasi

Musem ini sangat menonjol dengan ciri khas bangunan dengan atap kubah biru dengan Monumen Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada mengacungkan keris persis di area depan. Ini merupakan simbol dari satelit komunikasi pertama Indonesia yaitu Palapa, sesuai jiwa Sumpah Palapa dalam penyatuan Nusantara. Museum ini memamerkan koleksi perkembangan pertelekomunikasian di Indonesia sejak sebelum awal kemerdekaan, Orde Baru, dan masa depan telekomunikasi dunia, juga beragam alat komunikasi dari masa ke masa.

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

101
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.