MENGGAMBAR

Cari Tahu Apa Itu Cat Air, Cerita Sejarah dan Ide Kreatif Penggunaannya

Para penggemar kegiatan melukis pasti sudah ngga asing dengan yang satu ini. Cat air merupakan salah satu perlengkapan yang mesti banget diketahui oleh kamu yang mau memulai menekuni dunia lukis. Yuk, cari tahu apa itu cat air?

Apa itu cat air?

Aquarel atau yang lebih dikenal dengan nama cat air merupakan salah satu medium untuk melukis yang memakai campuran air yang bersifat transparan sebagai zat pelarut. Meski demikian permukaan yang digunakan untuk melukis bisa bermacam-macam lho, mulai dari kertas, kanvas, kulit, papyrus ataupun kain. Cat air menjadi pilihan yang banyak digemari para pelukis, terutama mereka yang pemula. Dengan menggunakan cat air bisa didapatkan hasil yang ekspresif hingga impresif, bergantung pada teknik yang dipakai oleh sang pelukis.

Sejarah Cat Air

Dalam sejarahnya, lukisan karya Raffaello Santi disebut sebagai penemuan lukisan cat air tertua. Santi merupakan pelukis yang mendesain gambar-gambar kartun untuk gorden. Pada abad 15, Albrecht Dürer dari Jerman adalah salah seorang tokoh pelukis yang menggunakan cat air. Sementara itu, Hans Bol adalah tokoh yang pertama kali membuka sekolah untuk lukisan cat air. Bol merupakan penggemar yang sangat terpengaruh oleh karya dari Dürer. Pelukis cat air yang ternama lainnya adalah Thomas Gainsborough, van Dyck, dan juga John Constable. Di Inggris, nama Paul Sandby dikenal sebagai Bapak Lukisan Cat Air.
 

Laman Wikipedia menyebutkan Bangsa Moor di abad ke 12 sudah mulai mengenalkan kertas ke wilayah Spanyol yang pada beberapa dekade selanjutnya merambah hingga ke Italia. Sementara di Tiongkok sekitar tahun 100 M, mulai ditemukan adanya kertas. Tahun 1276 didirikan pabrik kertas tertua di Fabriano, Italia selain itu tahun 1492 juga dibangun pabrik kertas di Arches, Prancis. 

Kelebihan Cat Air

Bahan baku pembuatan cat air adalah campuran gum arabic dengan pigmen halus yang terdiri dari serbuk pewarna atau dye, ditambah dengan gliserin atau madu agar didapat tingkat kekentalan tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan daya rekat pigmentasi warna ke permukaan. Sebagai salah satu jenis cat lukis terfavorit, kelebihan cat air adalah tidak memiliki bau yang menyengat, cukup mudah untuk dibersihkan, dan lebih cepat mengering.
 

Cat air dengan campuran air yang lebih banyak akan menghasilkan warna yang lebih terang. Cat air bisa diaplikasikan dengan menggunakan kuas berujung lancip dan berbulu lembut. Hal unik dari penggunaan cat air adalah, tidak ada cat yang berwarna putih. Untuk mendapatkan warna putih ini, biasanya para pelukis menggunakan warna asli dari permukaan lukisan, seperti kanvas dan kertas atau sesederhana tidak melapisi bagian yang ingin diwarnai putih dengan cat air.

Teknik Penggunaan Cat Air

Setelah membahas apa itu cat air, mari kita cari tahu bagaimana teknik penggunaan cat air, terutama untuk kamu yang pemula. 


Melukis merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, kamu bisa mempelajari sejumlah teknik dan tips dalam mengaplikasikannya. 


Ada banyak teknik yang biasa digunakan, namun teknik yang satu ini paling sering digunakan yaitu teknik wet on wet. Wet on wet merupakan teknik menimpa cat air di atas permukaan cat air yang masih basah untuk mendapatkan gradasi dan variasi warna tertentu sesuai yang diinginkan. Namun bisa juga dilakukan setelah cat air pada lapisan pertama mulai mengering. Sayangnya teknik ini memiliki kekurangan, yaitu, jika air yang dipergunakan terlalu banyak akan membuat permukaan medium, misalnya kertas, menjadi mudah melengkung, bergelombang atau bahkan robek.

Inspirasi ide kreatif menggunakan cat air

Banyak cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan hasil lukisan cat air sesuai dengan yang diinginkan. Buat kamu para pelukis cat air pemula, bisa lho mengintip ide kreatif berikut ini, agar kegiatan melukis kamu menjadi lebih asyik dan menyenangkan. Tambahkan beberapa material di bawah ini untuk mendapatkan hasil lukisan yang lebih unik.
 

  1. Tisu

    Gunakan tisu untuk mendapatkan hasil lukisan yang unik persis ketika cat air yang kamu sapukan masih basah. Tap tap dan tempelkan tisu secara perlahan di area lukis yang ingin kamu buat aksen. Kemudian angkat tisu, jangan sampai terlalu kering ya, karena bisa membuat tisu menjadi menempel.
     
  2. Garam

    Ide unik lainnya adalah dengan menaburkan garam di atas permukaan lukisan sesudah pengaplikasian cat air. Butiran garam akan menghasilkan tekstur khas yang menambah keren lukisan kamu nantinya.
     
  3. Alkohol

    Untuk mendapatkan tampilan lukisan ala tye dye, kamu bisa menyelupkan cotton bud ke dalam cairan alkohol. Kemudian menempelkannya pada lukisan cat air yang masih basah dan tadaaa.. lukisan unik milik kamu sudah jadi.
     
  4. Teknik percikan

    Teknik percikan ini sangat mudah dan bisa dilakukan siapapun, bahkan oleh anak-anak. Caranya adalah dengan mengetuk kuas cat kamu ke permukaan lukis. Gunakan variasi warna-warni yang berbeda agar bisa didapat hasil efek titik-titik atau splash yang berbeda.
     
  5. Lilin dan krayon

    Kamu bisa mengawali dengan menggambar menggunakan lilin atau juga krayon berwarna putih di permukaan kertas lukis kamu. Kemudian warnai dan aplikasikan cat air dengan memakai warna-warna yang bervariasi. Lihat hasil lukisan kamu dan gambar yang kamu buat sebelumnya.


Nah, sudah tahu dong apa itu cat air, bagaimana sejarahnya, apa kelebihan dan apa saja teknik unik yang bisa digunakan untuk mendapatkan hasil lukisan yang menarik? Semoga informasi ini jadi inspirasi yang bermanfaat untuk kamu ya. 

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

103
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.