BISNIS

Cara Membuat Pitch Deck untuk Menarik Investor

Teman KelasKita ingin membuat Startup? Simak cara buat pitch deck yang baik untuk menarik investor bisnis di sini.

Setiap pebisnis yang baru merintis usaha pasti akan berusaha semaksimal mungkin mencari dana ke berbagai investor, untuk mengembangkan bisnisnya.

 

Untuk meyakinkan investor agar mereka mau berinvestasi, kita perlu menyampaikan tujuan bisnis serta rancangan produk yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dengan jelas dalam bentuk pitch deck untuk dipresentasikan.

 

Pitch deck ini adalah dokumen dalam bentuk slide presentasi yang berisi deskripsi bisnis, ide, dan potensi startup secara jelas, ringkas, dan komprehensif. Pitch deck sendiri biasanya dibuat melalui Power Point, Keynote, atau Prezi. 

 

Pada umumnya, tujuan dari pitch deck adalah untuk menarik investor dalam mendukung pendanaan startup. Selain itu, informasi dalam pitch deck ini bermanfaat untuk menarik mentor agar bisnis dapat terbimbing, menarik konsumen untuk memberi feedback produk, dan pastinya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

 

Dikutip dari Forbes, durasi yang ideal untuk mempresentasikan pitch deck di depan investor adalah maksimal 18 menit. Hal ini karena kebanyakan investor tidak punya waktu yang cukup untuk mempelajari bisnis startup kita. Bahkan menurut beberapa artikel, rata-rata investor menyisihkan waktu mempelajari isi pitch deck hanya sekitar 3-4 menit saja.

 

Jumlah slide presentasi yang disarankan untuk membuat pitch deck adalah maksimal 10 halaman. Dengan jumlah slide yang sedikit, kita harus memilah informasi paling penting secara singkat yang perlu diketahui oleh investor. 

 

Nah, apa saja kira-kira bagian-bagian penting dalam pitch deck yang harus kita sertakan? Coba disimak ya, Teman KelasKita.

 

1. Pengantar

Buatlah bagian intro yang semenarik mungkin agar membuat investor terkesan saat baru pertama kali bertemu. Kenalkan startup kita serta bidangnya secara singkat dan jelas, baik startup yang baru dibentuk maupun sudah dikenal masyarakat luas. Jangan lupa memperkaya halaman ini dengan visual-visual yang menarik.

 

2. Problem

Di sini, cobalah untuk menyampaikan satu masalah real di masyarakat yang kita temui. Kita juga bisa menceritakan solusi yang biasa digunakan masyarakat, namun kita menilai cara tersebut belum sepenuhnya efektif. Pastikan masalah yang disampaikan adalah nyata dan didukung oleh data yang kuat.

 

3. Solusi

Setelah sebuah masalah dipaparkan, tunjukan bahwa startup kita bisa memberi solusi sederhana. Sampaikan juga apa keunikan dari produk bisnis kita dibanding produk lain. 

 

Perlu diingat, kalau startup kita ingin mendapat pendanaan, produk bisnis kita harus terukur (scalable) danberpotensi untuk dikembangkan tanpa kesulitan yang berarti. 

 

4. Market

Jelaskan siapa target market dari produk kita. Seberapa besar target market ini. Dari sini, kita coba meyakinkan investor bahwa proyek yang kita tawarkan bernilai tinggi dan investor layak menanam modal di sana. 

 

Dengan memiliki potensi target market yang besar, ini artinya potensi berkembangnya perusahaan semakin besar pula, dan ini akan menarik bagi investor.

 

5. Produk

Di slide ini, kita menjelaskan lebih rinci mengenai produk yang ditawarkan. Dalam mempresentasikan produk, ada 2 alternatif yang bisa kita lakukan: demo dengan memperlihatkan cara kerja produk secara langsung, atau melampirkan layout maupun prototipe ke dalam slide. 

 

Kalau produk kita sudah jalan dan memiliki pengguna yang mengisi feedback, bisa jadi bahan materi yang disertakan di sini. 

 

6. Validasi

Jarang ada suatu produk startup yang begitu dibuat langsung berhasil. Pasti selalu ada beberapa kali kegagalan yang disebabkan oleh berbagai faktor.

 

Tujuan dari slide ini adalah untuk meyakinkan investor bahwa kita benar-benar men-develop produk dengan baik melalui sejumlah trial-error sampai produk kita benar-benar berfungsi baik dan bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah.

 

Agar investor dan para mitra tertarik dengan proses berjalannya proyek, buat Key Performance Indicator (KPI) sebagai acuan pengukuran perkembangan produk.

 

7. Team

Bagian ini dibuat untuk meyakinkan investor bagaimana kesiapan dan keterampilan personil tim dalam proyek pengembangan produk ini. Oh iya, sebaiknya tim memiliki satu mentor di startup agar kita bisa lebih terarah, baik dalam mengembangkan produk, memasarkan produk di depan investor, mencari mitra, dan lain sebagainya.

 

8. Persaingan

Mungkin ada banyak produk yang serupa dengan keluaran startup kita, dengan keunikannya masing-masing. Maka dari itu, cobalah untuk menyertakan beberapa kompetitor dengan produk serupa, lalu bandingkan kompetitor tersebut dengan keunikan produk startup kita.

 

9. Proyeksi keuangan

Buatlah proyeksi keuangan yang jelas dengan perhitungan yang tepat. Investor pastinya butuh informasi yang jelas dan detail soal keuangan startup kamu dalam mengembangkan produk sampai dipasarkan secara luas. Mereka juga ingin melihat bagaimana rencana keuangan startup kamu dalam 3-5 tahun ke depan. Berdasarkan tabel keuangan inilah, investor turut menilai dan mempertimbangkan apakah mereka akan berinvestasi atau tidak di tempat kita.

 

10. Tanya-Jawab

Setelah memaparkan rincian keuangan, saatnya kita menjelaskan berapa dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan proyek besar tersebut. Pastinya ada negosiasi antara startup dengan investor. 

 

 

Itu dia beberapa poin yang harus disertakan dalam membuat sebuah pitch deck untuk mencari investor bagi bisnis kita.

 

Sebagai tambahan, dalam slide yang dibuat, kita juga bisa menyertakan informasi seperti bagaimana strategic partnership yang kita rancang untuk membentuk kepercayaan investor atau mitra dalam kerjasama, seperti apa business model yang bisa menghasilkan uang di awal proyek berjalan, sampai dengan exit strategy alias strategi yang dilakukan oleh investor untuk keluar dari investasi jika startup mengalami kerugian.

 

Jangan lupa juga untuk berlatih menyampaikan presentasi sebaik dan semenarik mungkin agar mampu meyakinkan investor dan mitra. Selamat mencoba! (Erick)

 

 

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

95
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.