SEJARAH DAN BUDAYA

Asal Usul Kebaya Encim Yang Banyak Digunakan Untuk Dress Code Kondangan

Kebaya encim memiliki potongan dan bordiran yang khas, sering jadi pilihan untuk acara formal ataupun non formal, penasaran kan dari mana asal usulnya?

Kebaya encim telah muncul sejak Kerajaan Majapahit. Kebaya ini muncul sebagai bentuk perpaduan banyak budaya, salah satunya adalah budaya Tionghoa. Memiliki material halus dengan sulaman cantik di bagian pinggir, biasanya kebaya ini dikenakan oleh wanita peranakan, yakni wanita Indonesia yang menikahi pria Tionghoa.

Sering disangkutkan dengan budaya Betawi, kebaya ini dikenal sebagai kebaya Nyonya. Orang Betawi mengenal kebaya ini dengan nama kebaya Noni. Kebaya ini memiliki perbedaan dengan kebaya Nona karena dibawa dari kultur Belanda dengan warna putih dan renda-renda sebagai detailnya. Padahal, Betawi ternyata memiliki kebaya sendiri yang disebut sebagai kebaya Betawi dengan warna polos dan tidak ada bordir.

Yuk simak lebih dalam mengenai kebaya encim!
 

Asal mula kebaya encim 

Kebaya ini masuk saat gelombang imigrasi penduduk Tionghoa ke Indonesia karena perdagangan. Menurut catatan Sir Thomas Raffless dalam History of Java, kebaya encim sudah ada sebelum tahun 1971. Yang membedakan kebaya ini dengan kebaya Indonesia pada umumnya adalah keberadaan hiasan dan bordiran pada pinggir yang senada dengan kebaya. Kebaya Jawa biasanya polos atau memiliki sedikit sekali bordiran.

Imigran Tionghoa yang datang ke Indonesia banyak yang memperistri wanita Indonesia yang mengenakan kebaya untuk sehari-hari. Wanita ini disebut sebagai Nyai. Walaupun menikah dengan pria Tionghoa totok, perempuan ini tetap mengenakan kebaya dengan bahan lebih halus dan mahal, serta model yang merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan lokal. Anak-anak perempuan yang lahir dari dua budaya ini akan lebih kenal dengan kebaya ini.

Seriring berjalannya waktu, makin banyak pedagang yang datang dari berbagai daerah. Mulai dari Portugis, Malaka, dan masih banyak lagi. Bahan kebaya semakin ringan dan memilki model yang jauh lebih simpel dan sesuai dengan iklim Indonesia. Kebaya encim semakin populer dan dikenakan oleh perempuan Indo-Tionghoa yang bermukim di Batavia, Semarang, Lasem, Tuban, Surabaya, Pekalongan, dan Cirebon. Desain kebaya encim juga menyebar ke Sumatera, Kalimantan, dan juga Bali.

Lazimnya, kebaya ini dipadankan dengan kain batik pesisir dengan warna-warna menyala. Pemilihan warna-warna ini tetap digemari karena terlihat mencolok. Warna bordiran pun menjadi lebih atraktif.
 

Makna bentuk kebaya encim

Kebaya encim alias kebaya kerancang ini biasanya dikenakan oleh ibunda kedua pengantin pada pernikahan adat Betawi. Kebaya ini terdiri dari kain dan kebaya, dengan model kartini dengan ujung yang meruncing ke bawah di bagian depan 20-30 cm dari bagian datar di pinggul. Model lain dari kebaya ini berbentuk Kebaya Panjang Nyak Betawi dengan bagian bawah yang datar sebatas 3 cm hingga 5 cm di atas lutut. Saat ini, kebaya ini dimodifikasi menggunakan berbagai jenis bahan, mulai dari sutra, brukat, sutra alam, dan lain sebagainya. Kebaya ini digunakan oleh wanita dari berbagai usia.

Desain dan potongan kebaya yang berbentuk persegi memiliki makna. Bentuk ini dianggap sebagai bentuk yang kokoh. Dengan dua kaki, bangku tidak bisa tegak berdiri, maka dibutuhkan empat kaki. Motif kebaya pun juga beragam, ada bunga persik, anyelir, binatang, dengan maknanya masing-masing.

Burung merak melambangkan kebahagiaan, burung phoenix melambangkan kesejahteraan, dan kura-kura melambangkan umur yang panjang. Untuk kain yang dikenakan, ada berbagai model yang bisa kamu pilih, mulai dari model buket, pucuk rebung, pagi sore, dan ketupat. Pakaian ini menunjukkan kedewasaan, kecantikan, keceriaan, kearifan, dan ketaatan terhadap aturan.
 

Kebaya encim sering digunakan sebagai dress code

Banyak acara yang menjadikan kebaya encim sebagai dress code untuk suatu acara. Ini panduan memilih kebaya encim untuk acara formal:
 

  1. Gunakan kebaya yang memiliki kancing di bagian depan
  2. Padankan dengan kain yang dililit panjang hingga ke mata kaki
  3. Gunakan bros di bagian tengah dada
  4. Cepol simpel atau angkat rambut ke atas seperti disanggul modern
  5. Tambahkan selendang agar tampak anggun
     

Untuk acara semi formal, biasanya kebaya encim yang memiliki model terbuka di bagian depan dengan baju dalaman atau kutang cantik bisa dipadupadankan dengan berbagai cara lilit kain. Kamu juga bisa mengenakan celana berwarna netral seperti krem atau putih.
 

Tiap warna kebaya memiliki arti yang berbeda

Ternyata, pemakaian kebaya encim tidak boleh sembarangan. Kamu harus mengetahui makna di balik setiap warnanya. 
 

  1. Warna putih biru

    Kebaya warna putih biru dikaitkan dengan duka cita dan berkabung. Bisa digunakan di acara-acara kematian ataupun acara lain yang menunjukkan rasa duka. Bila kamu ingin mengenakan warna putih, tambahkan motif seperti bordir dengan warna mencolok.
     
  2. Warna fuschia dan hijau turquoise

    Dua warna ini digunakan untuk berpesta, ataupun acara lain yang menunjukkan kebahagiaan.
     
  3. Merah, kuning, dan oranye

    Warna ini termasuk warna yang mengundang hoki dan bisa digunakan untuk sehari-hari ataupun upacara tradisional seperti Imlek dan Cap Go Meh

Itulah asal-usul kebaya encim dan bagaimana penggunaannya untuk acara formal ataupun non formal. Kamu sudah memiliki kebaya ini di rumah?

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

30
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.