TRAVELING

Apa Itu Cap Go Meh? Simak Sejarah Cap Go Meh dan Perayaannya!

Kamu pasti pernah mendengar mengenai perayaan Cap Go Meh, kan? Mari simak sejarah bersama.

Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan pada setiap tanggal 15 bulan 1 menurut kalender Tionghoa. Perayaan ini sudah ada sejak seratus tahun yang lalu dan merupakan budaya dari Dinasti Han pada abad 2 M. Tradisi ini terbawa ke Indonesia lewat akulturasi masyarakat Tionghoa peranakan. Yuk simak sejarah cap go meh!

 

Sejarah Cap Go Meh

Istilah ini merupakan istilah dalam dialek Hokkian yang berarti malam ke-15. Perayaan ini populer di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Di Cina, Cap Go Meh daalah puncak perayaan Tahun Baru Imlek. Sifat perayaan ini adalah pesta rakyat yang diisi dengan pawai, arak-arakan, dan menyalaakan lampion sebagai dekorasi kota. Perayaan ini adalah bagian dari perayaan tahun baru Tionghoa yang terdiri dari tiga bagian yakni Imlek, Sembahyang Tuhan, dan Cap Go Meh. Sembahyang Tuhan adalah waktu sembahyang yang dilakukan pada minggu pertama Imlek, sedangkan Cap Go Meh dilakukan pada minggu kedua. 

 

Perayaan Cap Go Meh adalah bentuk penghargaan kepada dewa tertinggi di Dinasti Han, Dewa Tai Yi. Saat itu, Cap Go Meh dilaksanakan dengan tertutup oleh kalangan istana dan belum tersebar luas. Pada agama Kong Hu Cu, Cap Go Meh diperingati sebagai hari untuk berdoa kepada Tuhan mengenai orang tua, hal baik yang akan datang, rezeki yang berlimpah, dan kesehatan yang senantiasa diberikan.

 

Berawal dari Dinasti Han

Sejarah Cap Go Meh dapat ditelusuri hingga era Dinasti Han sekitar tahun 206 SM hingga 220 SM, dan biksu Buddha menyalakan lentera pada hari ke-15 Imlek untuk menghormati Sang Buddha. Namun, ada sejarah Cap Go Meh yang lain yang menceritakan bahwa Kaisar Giok atau Jade Emperor marah kepada penduduk di sebuah kota karena membunuh angsanya. Kaisar memutuskan untuk membakar kota tersebut. Namun rencana ini gagal karena bisikan peri yang menyarankan penduduk kota untuk menerbangkan lentera yang sudah dibakar. Mengira kota tersebut sudah terbakar, Sang Kaisar membatalkan niatnya untuk membakar dan kembali ke kerajaannya. Penerbangan lentera yang sudah dibakar adalah bentuk rasa syukur penduduk desa. Tradisi ini berkembang dan menyebar di berbagai negara.

 

Cap Go Meh juga biasa dirayakan dalam lingkungan keluarga dengan tradisi makan bersama keluarga. Makanan khas perayaan ini adalah ronde, yakni bola-bola beras ketan yang dimakan bersama kuah gula dan rempah-rempah. Di Indonesia, biasanya orang menyantap ketupat Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh adalah adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan Indonesia. Bentuk lontong yang panjang diyakini sebagai umur yang panjang, sedangkan telur adalah keberuntungan, dan kuah kunyit berwarna keemasan melambangkan emas dan keberuntungan.

 

Warna kuning keemasan juga merupakan simbol kemakmuran dan kekayaan. Dengan makan lontong Cap Go Meh, kamu diyakini dapat memperoleh keberuntungan, rezeki, dan kemakmuran. 

 

Berikut ini beberapa hal yang wajib ada saat Cap Go Meh:

 

  1. Pawai Mobil

    Beberapa negara melakukan pawai mobil dengan menghias mobil pick up menggunakan dekorasi menyerupai tandu kerajaan, dan di dalamnya terdapat Duta/Puteri di kota tersebut atau partai. Biasanya, pawai mobil terdiri dari replikasi 12 shio sebagai simbol tahun Cina. Deretan mobil hias sesuai shio ini disusun sesuai dengan tahun. Kedua belas mobil ini biasanya didesain menggunakan lampu sehingga pada malam hari dapat mengeluarkan cahaya gemerlap dengan indah. 

     
  2. Pawai Naga

    Kata Cap Go Meh sudah pasti identik dengan Naga. Naga akan diarak bersama-sama dengan komunitas yang lain, dan setelah acara selesai, Naga akan dibakar sebagai lambang tolak bala. Salah satu komunitas yang dikenal akan aksi Pawai Naga adalah Kelompok Naga Siantar Surya yang hingga tahun 2020 mendapat dukungan dari Wismilak Foundation yang melestarikan budaya pawai naga di Kota Pontianak. 

     
  3. Barongsai

    Menilik sejarah Cap Go Meh, salah satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah Barongsai. Barongsai dipercaya sebagai pembawa keberuntungan, kebahagiaan, kesejahteraan, dan dapat menghilangkan hal buruk.

    Barongsai merupakan tarian tradisional Tiongkok yang menggunakan sarung yang menyerupai siga. Sejarahnya dimulai ribuan tahun lalu, bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum Masehi. Pertama kali populer saat dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi saaat raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan dari negeri Lin Yi. Panglima perang Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan dan sukses sehingga akhirnya tarian Barongsai melegenda hingga saat ini. 

     
  4. Pawai Tatung

    Tatung hanya bisa dilakukan oleh orang khusus yang dipercaya oleh Dewa, Dewi, atau Datuk untuk dirasuki tubuhnya. Pawai Tatung dipercaya dapat menolak hal buruk dan mencuci jalan dari roh jahat.

    Pawai Tatung adalah bentuk percampuran Tionghoa, Melayu dan Dayak. Pawai Tatung hanya bisa disaksikan di Singkawang. Tatung dalam bahasa Hakka yakni orang yang dirasuki roh, dewa, leluhur, atau kekuatan supranatural. Pawai di Singkawang adalah pawai terbesar di dunia. Sebelum Cap Go Meh berlangsung, warga Tionghoa bergantian bersembahyang di vihara, sekitar 13-15 hari sebelum Imlek. Ibadah ini dilaukan untuk berharap hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Saat waktu menjelang sore, banyak suhu atau pendeta keluar dan bersembahyang di vihara dengan tujuan meminta izin kepada dewa supaya ritual bisa berjalan lancar. Roh-roh ini dapat merasuki siapa saja tergantung apakah pemeran tatung sudah berpuasa atau belum.

    Perayaan pawai Tatung sudah menjadi bagian dari sejarah Cap Go Meh di Singkawang lebih dari 250 tahun lalu, dan dirayakan di Sambas oleh orang Tionghoa Singkawang.

 

Sejarah Cap Go Meh sangatlah menarik untuk disimak karena tidak hanya menjadi ritual keagamaan namun juga bagian dari budaya. Cap Go Meh menjadi momen untuk bertemu kembali dengan keluarga, terutama bagi warga perantauan dengan background etnis Tionghoa.

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

814
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.