KULINER

9 Kopi Indonesia yang Mendunia

Soal kopi, Indonesia emang termasuk jagoan dunia.

Selain air putih dan teh, kopi jelas jadi salah satu minuman 3 besar paling banyak dikonsumsi di dunia. Di Indonesia, penikmat kopi juga banyak banget. Kerennya lagi, Indonesia termasuk sebagai salah satu negara penghasil biji kopi terbesar di dunia. 

 

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Agrikultur Dunia (FAO), pada tahun 2017 – 2018 Indonesia tercatat sebagai penghasil biji kopi terbesar keempat, setelah negara Brazil, Vietnam, dan Columbia. 

 

Cita rasa kopi Indonesia yang khas, bikin banyak negara-negara di dunia langganan mengimpor kopi Indonesia. Dari sekian banyak kopi Indonesia yang populer, berikut 9 jenis kopi asli Indonesia yang mendunia:

 

1. Kopi Arabika Gayo Aceh

Kopi asal Aceh ini punya tekstur yang ringan dengan rasa asam yang pas. Buat penggemar kopi yang tidak terlalu suka kopi dengan rasa yang asam, kopi ini sangat cocok untuk dinikmati.

 

2. Kopi Arabika Kintamani

Kopi ini memiliki cita rasa fruity yang unik, dengan rasa asam dan segar dari buah-buahan yang menjadi ciri khasnya. Kopi Arabika Kintamani memiliki kekentalan yang sedang serta rasa yang ringan dan lembut. Jepang, Arab, dan Eropa sudah langganan mengimpor kopi asal Bali ini.

 

3. Kopi Arabika Toraja

Kopi asli Sulawesi ini mempunyai rasa earthy, yaitu adanya sensasi rasa tanah atau hutan dengan rasa asam yang rendah. Ciri khasnya adalah rasa pahit di awal dan kemudian hilang tanpa after taste pahit sama sekali.

 

4. Kopi Arabika Sidikalang

Ini adalah salah satu kopi Arabika Indonesia yang sudah mendunia. Kopi Sidikalang ditanam di daerah Bukit Barisan di bawah udara yang sejuk dan tanah yang kaya mineral sehingga tak heran jika menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik. Kopi Sidikalang masuk ke dalam jajaran salah satu kopi terbaik dunia dan banyak yang menyandingkannya dengan kopi kualitas Brasil.

 

5. Kopi Arabika Flores Bajawa

Kopi asal Flores, Nusa Tenggara Timur ini memiliki kekentalan yang cukup pekat dengan tingkat keasaman yang rendah. Bahkan jenis kopi ini mempunyai rasa dominan coklat dan vanila dengan memberikan after taste effect seperti kacang-kacangan. Jenis kopi ini sudah diekspor ke Amerika.

 

6. Kopi Malabar

Berasal dari pegunungan Malabar, Pengalengan, Jawa Barat, kopi yang terkenal dengan sebutan Java Preanger diakui secara internasional sebagai specialty coffee atau kopi arabika dengan kualitas tinggi. Kopi Arabika Malabar, memiliki cita rasa yang unik. Didominasi dengan warna cokelat gelap, Arabika Malabar terasa seperti rempah, kacang, sedikit manis, dan terkadang ada rasa nangka.

 

7. Kopi Arabika Java Ijen Raung

Ini adalah kopi hasil produksi petani di daerah Jawa Timur. Jenis Kopi yang mempunyai cita rasa yang sedikit pedas dengan aroma bunga hutan ini sudah diekspor ke pasar Eropa.

 

8. Kopi Liberika Rangsang Meranti

Kopi ini berasal dari Kota Riau dan popular di Malaysia dan Singapura. Bahkan dua negara ini menjadi pelanggan utama ekspor jenis kopi ini. Berdasarkan data Dinas Perindustrian Pemerintah Riau, kopi ini telah mengantongi sertifikat Indikator Grafis (GI). Kopi Liberika Rangsang Meranti dinyatakan sebagai salah satu hasil pertanian terbaik oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Nasional RI.

 

9. Kopi Robusta Temanggung

Jenis kopi Robusta asal daerah Temanggung ini mempunyai aroma tembakau dengan dominasi rasa yang pahit yang banyak digemari. Kopi ini telah diekspor ke beberapa negara seperti Amerika Latin, negara-negara kawasan Timur Tengah, dan Eropa.

 

 

Selain 9 kopi di atas, masih ada sederetan kopi Indonesia lain yang cita rasanya terkenal ke berbagai penjuru dunia. Seperti kopi Lintong dari Sumatera, kopi Wamena Papua, sampai dengan kopi Luwak, misalnya.Semuanya terkenal dengan cita rasanya masing-masing yang unik.

 

Nah, kalau Teman Kelaskita sukanya kopi yang mana nih? Share di kolom komen dong! (Erick)

Suka dengan Artikel ini? Jangan Lupa beri likes dan share ke temanmu

158
0
Simpan
Share

Komentar

Belum ada komentar

(*) Berkomentarlah secara bijaksana
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.