Fungsi perintah & pertanyaan tidak bisa digunakan dalam contoh materi pelajaran ini. Silahkan ikuti kelasnya terlebih dahulu
Otomasi Perpustakaan
Dengan adanya otomasi perpustakaan, pustakawan dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mengerjakan hal-hal rutin (berulang-ulang). Proses temu balik informasi (information retrieval) juga menjadi lebih cepat dan akurat.
Banyak software otomasi perpustakaan yang beredar, baik bersifat free (bebas) maupun berbayar. Software-software yang bersifat opensource antara lain: SLiMS, OpenBiblio, Evergreen, dan Koha.
Apa itu SLiMS?
SLiMS (Senayan Library Management System) adalah software otomasi perpustakaan berbasis web dan bersifat opensource. Dengan lisensi GPLv3, aplikasi ini dapat didapatkan, dimodifikasi, dan dibagikan pada orang lain secara bebas.
”Karena (SLiMS) awalnya dikembangkan dengan uang negara, harus bisa diperoleh secara bebas oleh masyarakat, ...” – (Hendro Wicaksono)
Sejarah mengenai SLiMS dapat dibaca di website Dunia Perpustakaan.
SLiMS menggunakan PHP dan MySQL yang merupakan fitur standar sebuah web server, sehingga dapat dengan mudah dijalankan di platform manapun. SLiMS dapat berjalan secara lokal di satu komputer maupun terhubung ke jaringan, serta dapat dipasang pada web hosting yang ada di internet.
SLiMS mendukung dua belas bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.
Apa saja fitur yang terdapat pada SLiMS?
Fitur-fitur utama SLiMS antara lain:
- OPAC (Online Public Access Catalog) dengan gambar sampul buku
- Sirkulasi (peminjaman, pengembalian, reservasi, keterlambatan dan denda)
- Dukungan pengelolaan dokumen digital (video, suara, dan pdf)
- Manajemen terbitan berseri
- Manajemen keanggotaan (termasuk foto dan kartu anggota)
- API format XML dengan standar MODS untuk kebutuhan layanan web pihak ke-3.
Rekomendasi Referensi